Wednesday, July 27, 2016

Tagged Under:

Jenis dan Karakteristik Bahan Kain Crepe

Share

Kain crepe memiliki sifat yang lentur dengan tekstur yang permukaanya kelihatanya nampak berpasir atau berkerikil, kasar atau terlihat berkerut. Meski permukaanya terlihat kasar atau berkerut, namun jika dipegang teksturnya akan terasa lembut.

Permukaan kasar tersebut adalah hasil dari sebuah proses tenun. Beragam proses yang dilakukan tersebut. Bisa jadi dengan proses tenun yang ketat. Atau mengikat erat serat kain secara melingkar, sebelum sebelum proses tenun dilakukan lalau dijalankan dengan proses tenun yang acak. Dan ada juga dengan menambah bentuk-bentuk timbul tertentu atau biasa dikenal dengan proses emboss pada sebuah kain yang telah jadi menggunakan alat khusus.

Ada banyak serat kain yang bisa menghasilkan kain crepe, beberapa serat tersebut, diantaranya adalah : Serat Sutra Asli yang dihasilkan oleh ulat atau biasa dikenal dengan nama Silk. Sutra Buatan dari bahan yang bersifat sintetis atau Silk-Like. Serta serat Katun.

Kain Crepe dan Variannya

Beberapa variasi dari jenis kain crepe adalah Crepe Georgette, Wool Crepe, Moroccan Crepe, Plisse Crepe dan Crepe de Chine. Mari kita kenali varian dari kain crepe tersebut :

Crepe Georgette



Crepe georgette

Cirinya adalah tipis, kebanyakan dibuat dari sutra. Baik itu sutra yang asli maupun sutra buatan. Tidak mengkilap yang berlebihan namun memiliki daya kelentutran yang cukup baik maka itu sangat elastis. Ciri lainya, kain ini adalah terlihata tembus pandang atau transparan. Warna-warnanya tidak mencorong atau tajam tetapi malah berkesan pudar. Jika anda kesulitan untuk mengenali crepe georgette di pasaran, mungkin akan lebih mudah jika disebutkan kain chiffon atau kain sifon. Ya, nama lain dari jenis kain ini adalah kain chifon dan bdi Indonesia kan menjadiKain Sifon. Kebanyakan kain digunakan sebagai pakaian wanita, mulai dari dress sampai blus. Juga banyak digunakan untuk bahan kerudung atau Jilbab.

Wool Crepe



wool crepe


Yang ini lebih banyak dikenal dengan nama Crepon. Ciri kain wool crepe adalah kuat dan kasar serta bentuknya yang lurus. Bahan pembuatanya adalah serat sutra dan katun yang dicampur. Efek crepe muncul dari kain ini adalah berkat dari proses penenunan atas benang yang ditenun dengan cara pemutaran benang kiri dan kanan pada kain yang sama melalui tingkat kerenggangan yg berbeda-beda. Atau bisa juga dengan cara menambahkan kerapatan dalam proses pemutaran benang.

Moroccan Crepe



marocain crepe

Nama lainnya adalah Marocain Crepe. Cirinya adalah tektur kain yang berat. Kain yang ditenun mirip dengan bahan yang memiliki path atau berjalur. Bahan kain terbuat dari sutra, rayon serta wool.
Proses pembuatanya dengan cara memutar benang pada bagian weft lebih berat. Karena itu menghasilkan jenis kain yang memiliki path atau bergelombang. Jenis kain ini banyak digunakan untuk Jas Pria ajuga dress wanita.

Plisse Crepe
Proses pembuatan kain jenis ini kebanyakan dibuat dengan menggunakan alat berat agar dapat menghasilkan pola kerut atau crepe yang baik. Dalam pembuatanya, kain yang sudah jadi diberikan bahan kimia tertentu lalu diproses dengan rol yang ditarik oleh alat berat agar dapat menghasilkan kerutan crepe. Biasanya kain pada jenis ini adalah jenis kain katun yang terbungkus lilin dengan kerutan bergaris-garis. Karena dibuat dengan proses kimia yang ditarik oleh alat berat maka kerutan crepe sangat kuat sehingga tidak bisa disetrika untuk meluruskanya kembali.

Crepe de Chine



serat crepe de chine

Sesuai namanya, kain ini disebut-sebut asalanya adalah dari negeri china. Bahan kain yang asli adalah dari kain sutra asli. Biasanya kain jenis ini disebut kain sutra saja. Teksturnya sangat halus dengan permukaan hasil kerutan crepe yang cenderung kusut berpasir seperti cucian yang diperas. Finishing warnanya tidak mengkilap atau bisa disebut dengan Matte Finish. Proses pembuatannya adalah memutar benang worsted pada bagian weft dan benang sutra di bagian warp. Atau hanya menggunakan benang sutra pada weft dan warp. Kebanyakan kain ini digunakan untuk gaun yang mewah, sebab bahan kainya yang mahal. Kelemahan kain jenis ini adalah cepat kusam jika berlama-lama dikenai sinar matahari dengan langsung.

Istilah :
Weft adalah : benang pada kain tenun yang horizontal, biasanya benang lebih halus yang dipakai. Benang mudah ditarik dari kain.
Warp adalah : benang lusi pada kain tenun yang vertikal posisi benang sejajar dengan sisi kain, benang yang digunakan cenderung lebih kuat atau tidak mudah putus karena kualitas benang lebih tinggi. Benang memiliki putaran yang lebih ketat.
Worsted adalah proses pemintalan serat wol yang menghasilkan benang wol untuk pemakaian garment seperti jas. Benang worsted lebih tipis dan halus, tidak seperti benang wol untuk menyulam.



Sent from my ASUS

0 comments:

Post a Comment

Admin tidak menjawab komentar di blog..
Silahkan hubungi nomer kontak yang tertera di keterangan.
Thanks :)